Intensif “Pembinaan” Solusi Mengatasi Segala Masalah
dakwatuna.com Adanya
kekhawatiran terhadap penyimpangan-penyimpangan agama yang terjadi di
lingkungan kini, seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan
lingkungan masyarakat, telah menimbulkan kepanikan tersendiri dari
beberapa kalangan tersendiri yang terlibat di dalamnya. Ini terlihat
maraknya kasus-kasus yang mencuat di permukaan. Satu sorotan yang
terjadi pada dunia pendidikan khususnya dunia sekolah adalah maraknya
penyimpangan-penyimpangan moral dalam kalangan siswa saat ini. Fenomena
seperti pergaulan bebas antara pria dan wanita sudah menjadi fenomena
biasa yang sering kali terlihat. Tidak hanya itu, kasus lain seperti
tawuran, mabuk-mabukan, menghisap rokok bahkan sampai narkotika sudah
menjadi tradisi dalam dunia pelajar. Begitu banyak sekali sebetulnya
kasus-kasus yang terjadi dalam dunia pelajar yang menimbulkan rasa
kecemasan di antara kita semua. Ini menjadi miris karena pelajar adalah
agent of change masa depan untuk bangsa ini. Yang diharapkan ke depan
nantinya dari pelajar ini adalah menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang
mampu membawa bangsa ini menuju perubahan yang lebih baik. Tidak hanya
itu, harapan bangsa ke depan pun ada pada pelajar saat ini.
Selain
kasus-kasus tersebut, belakangan ini maraknya doktrinisasi paham-paham
agama yang menyimpang terhadap pelajar. Sehingga makin banyak pelajar
yang terperosok kepada hal-hal yang tidak diinginkan ini. Pelajar SMA
khususnya, dimana masa saat inilah sasaran empuk para pencari mangsa
untuk merekrut sebanyak banyaknya untuk memasuki aliran mereka. Yang
notobennya aliran ini sudah masuk dalam ekstrem kiri atau lebih tepatnya
sesat. Hal ini sejalan dengan melemahnya aktivitas-aktivitas keagamaan
yang terjadi dalam hal diri remaja ini. Kenapa demikian? Keadaanlah yang
membuat mereka demikian. Lingkungan tempat tinggal yang tidak mendukung
dari mulai lingkungan keluarga, lingkungan sekolah ataupun yang
lainnya.
Ini menjadi aneh ketika situasi yang ada tak sesuai
dengan harapan yang diinginkan. Lihat saja, berapa banyak sekolah yang
berharap anak didiknya tidak terjebak dalam hal-hal yang diinginkan,
seperti yang disebutkan di atas? Sesuatu hal yang pasti tak ada satu
sekolah pun yang menginginkan hal itu terjadi. Bahkan justru adanya
kepanikan yang berlebih dari beberapa pihak sekolah terhadap masalah
ini. Banyak sekolah yang selalu berharap di antaranya doktrinisasi
ajaran agama yang sesat tidak masuk dalam lingkungan sekolahnya.
Sehingga dibingungkan dengan pencegahan-pencegahan dalam mengatasinya.
Beberapa sekolah sibuk membuat pagar pembatas akan aliran tersebut.
Sehingga aliran tersebut tidak dapat memasuki sekolah tersebut.
Penulis
berpikir terhadap permasalahan yang ada seharusnya bisa diminimalisir
dengan aksi-aksi nyata tidak hanya sekadar menjadi harapan-harapan yang
tidak pernah direalisasikan. Sekali lagi penulis ingin menekankan pada
sebuah solusi yang dirasa melalui solusi ini bisa mengatasi setidaknya
masalah-masalah yang disebutkan tadi. Kalau hanya disibukkan
dengan pencegahan yang sifatnya sesaat, penulis beranggapan ini tidak
akan menuntaskan permasalah yang ada secara keseluruhan! Tindak lanjut
dari masalah ini adalah bagaimana sekolah-sekolah menggencarkan
program-program keagamaan yang sudah ada seperti halnya program
pembinaan yang berkelanjutan “mentoring”. Hal seperti ini sangatlah
penting untuk diintensifkan sebagai sarana yang menunjang proses
perbaikan akhlak remaja sehingga di dapat kepribadian muslim pada diri
siswa-siswi. Sejatinya kalau hanya mengandalkan KBM (Kegiatan Belajar
Mengajar) Agama, hal seperti ini kuranglah menunjang terhadap
pembentukan kepribadian islami. Ketika kita semua memahami pelajaran
agama yang di dapat hanya 2 jam dalam satu minggu?
Penulis
mengajak kepada sekolah-sekolah untuk bisa mengintensifkan program
pembinaan “mentoring” di sekolahnya. Begitu pun kepada aktivis yang
peduli terhadap sekolahnya untuk bisa totalitas terhadap program
pembinaan “mentoring”. Sekali lagi ini adalah mimpi kita bersama maka
dari itu mari sama-sama kita wujudkan perubahan dan tuntaskan segala
bentuk permasalahan. Allahu Akbar.
Penulis: Ramadhan Aziz



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !