Setiap manusia pasti merasakan problematika atau masalah dalam arah
alur kehidupannya!! Detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke
hari dan segala perubahan waktu yang di rasakan dan jalanin, pasti penuh
dengan segala rintangan dan permasalahan yang mau tidak mau harus siap
menghadapinya, karena itu merupakan sebuah konsekuensi dari kehidupan
yang harus dilalui. “ hidup ini adalah sebuah pilihan ”,. Manusia akan
seantiasa dihadapkan atas dua pilihan. Ketika dihadapkan atas masalah
pilihannya adalah menghadapi masalah atau lari dari masalah, Namun
kadangkala manusia justru memilih lari dari masalah itu sendiri. padahal
ketika manusia lari dari masalah bukannya mengurangi masalah akan
tetapi justru menambah masalah. Marilah berpikir cerdas saat ini,
Janganlah mempersulit hal yang sederhana akan tetapi sederhanakanlah hal
yang sulit. Jadikanlah setiap permasalahan adalah sahabat setia kita
yang menyenangkan. Andaikan masalah itu bisa berbicara, dengarkanlah
pembicaraannya:“Ya Allah Aku mencari sahabat sejati yang dapat menaklukan aku, bukan lantas aku yang menaklukan mereka, tapi kenapa mereka tidak paham akan siapa aku, aku senantiasa dicaci maki, dihina bahkan dijauhi, padalah didalam diriku tersimpan mutiara yang indah bagi mereka yang dapat menaklukan aku. Aku sedih Ya Allah..... Adakah sahabat sejatiku...KU MENCARI SAHABAT SEJATI.
Marilah mulai saat ini pahamilah kehidupannya yang sebenarnya, apapun yang terjadi itu merupakan karunia yang Allah berikan untuk manusia karena itu merupakan hal yang terbaik baginya, tiada masalah didunia ini yang tiada sulusinya. “Allah tidak akan menguji hambanya dibatas kemampuan hambanya”. Yang terpenting adalah seberapa pandainya manusia menyikapi setiap permasalahan yang ada. Hidup ini adalah sebuah seni kehidupan, masalah adalah bagian dari seni kehidupan dan manusia adalah pemeran dari seni kehidupan itu.
“Resapilah setiap masalah yang menghampiri kita, jangan kita lari dari masalah, jadikanlah masalah teman sejati keseharian kita, karena masalahlah yang membuat diri kita lebih berarti”.
Yang harus kita sadari kembali ialah bagaimana diri kita mampu memposisikan peran kita sebagai manusia dengan benar. Karena harus kita pahami dan sadari “Aktor kehidupan ialah kita”. Allah telah memberikan sekenario-sekenario pilihan terhadap manusia, namun bagaimana caranya kita menyikapi dan memilih sekenario itu??? Bukankah Allah sutradara terbaik Alam ini????
“Apapun yang terjadi pada diri kita itu merupakan sebuah sekenario yang telah Allah atur, berhusnudzonlah untuk sebuah sekenario kehidupan, karena sekenario itu adalah yang terbaik untuk kita”.
Betapapun peliknya masalah yang menghadang hidup kita, betapapun beratnya sekenario yang kita jalani, itu semua merupakan kisah dari bait-bait kehidupan kita yang akan menjadikan sejarah hidup kita yang lebih berarti. Bukankah dalam sebuah film ataupun sinetron tergambar jelas sekali, yang mejadikan cerita lebih hidup ialah sebuah masalah “Konflik”. Tapi kita tak pernah sadar akan setiap masalah yang menghampiri kita, kita terlalu takut akan masalah bahwa masalah akhir dari segalanya. Kita terlalu histeris bahkan paranoid akan masalah, bahkan kita sering mengecamkan “Allah itu tidak adil, kenapa ini harus terjadi pada diri ini”. Sadarlah wahai saudara yang di Rahmati Allah, betapa beruntungnya diri kita, semakin besar masalah yang mengancam diri kita, semakin besar pulalah rasa kasih sayang Allah terhadap kita.
“Pahamilah arti setiap masalah yang menimpa diri kita, masalah bukanlah untuk ditakuti karena maslah bukanlah musuh kita, namun syukurilah masalah itu karena itu adalah sahabat kita”
Marilah saudaraku, sudah saatnya kita rubah paradigma pemikiran kita menjadi lebih baik lagi kedepan, suasana hidup ini sebagai mana kita pikirkan, sebagai contoh” saat kita pikirkan masalah itu indah maka diri kitapun akan merasakan betapa indah sebuah masalah itu, ataupun sebaliknya” tiada kata lain diri kitalah penentu segalanya akan kehidupan kita. Jadi, mulailah menerima diri kita akan kenyataan hidup sebagai mestinya.
Mari bersama kita jalani hidup ini menjadi lebih indah....
*Hamasah di jalan dakwah*
By. Ramadhan Aziz


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !