Judul/Heading
-------------------- Put your code here -------------------------
Title
-------------------- Put your code here -------------------------
Title
-------------------- Put your code here -------------------------
Title
-------------------- Put your code here ------------------------- More Article »
Judul/Heading
-------------------- Put your code here ------------------------- More Article »
Title
-------------------- Put your code here ------------------------- More Article »

Sponsor

Home » » Tidak Parsial Tapi Syamil

Tidak Parsial Tapi Syamil

Written By imlc-bobar on Kamis, 24 Januari 2013 | 06.04


  
Kita ketahui, Islam merupakan agama yang tidak mungkin dilepaskan dari masalah-masalah kontemporer atau seiring perkembangan zaman. Di bidang kehidupan manapun Islam senantiasa mengambil perannya. Di bidang politik, sosial, ekonomi, budaya dan bidang lainya islam mengatur semua ini dan menawarkan solusi. Karena Islam bukan semata-mata agama dengan perangkat ritual ibadah saja. Tapi sayangnya kebanyakan orang berburuk sangka terhadap islam. Mereka menganggap bahwasanya islam tidak memiliki konsep politik, ekonomi, sosial bududaya, dan ideologi lainnya. Hal yang mendasar dari itu semua karena pemahaman akan islam yang setengah-setengah atau tidak kaffah.
 
Bukankan islam agama yang sempurna? Bukankah islam sebagai rahmatan lil’alamin? Bukankah pula islam mengatur har-hal yang sifatnya kecil hingga besar?
 
Oleh karenanya kita perlu paham, 
 
Bahwasanya islam ini agama yang mengatur semua aspek tatanan kehidupan, sehingga dakwah islam itu pun harus menyeluruh pada seluruh sektor kehidupan, karena ini adalah sunnatulluh (seluruh yang ada di langit dan bumi tunduk pada hukum-hukum Allah). Dakwah yang menyeluruh (syamil) akan terwujud apabila di dukung oleh orang-orang yang memasuki islam secara menyeluruh pula.
 
Namun  terlihat saat ini, ada sebagian kelompok yang sangat menekankan pada aspek akhlaqiyah bersamaan dengan itu meniadakan aspek aqliyah, jasadiyah serta usaha ke arah pembentukan masyarakat islami. Ada pula sebagian kelompok mengutamakan segi aqliyah dengan mengabaikan aspek lainnya. Selain itu masih lagi ada kelompok yang sangat antusias untuk mendirikan Khilafah Islamiyah tetapi menafikan aspek lainnya. Ketiga jenis kelompok di atas tadi tidak menggabarkan metode dakwah yang syamil (menyeluruh) tetapi mencerminkan sifat parsial (juz’iyah).
 
Dakwah yang parsial (Sebagian-sebagian) sangat mudah di gebug thagut. Dia tidak memiliki kekuatan berarti dimata perusak bumi. Sebaliknya mereka dianggap lunak dan mudah diadu domba satu sama lain. Untuk diketahui, da’wah seperti inilah yang diinginkan thagut. 
 
Sebaliknya, dakwah yang syamil adalah dakwah yang akan mengawal gerakan islam. Gerakan islam yang dimaksud adalah gerakan islam yang berlaku disetiap negara.
Untuk mewujudkan peradabaan islami yang menjadi harapan muslim pada umumnya. Dalam hal ini maka setiap muslim diminta konstribusinya di dalam memainkan perannya dalam membangun peradaban islam. Proyek raksasa ini tidak mungkin mencapai sasaran jika dilaksanakan secara individual, tetapi ia harus berjalan secara kolektif (Amal jama’i). Untuk itu pula dalam mewujudkan proyek raksasa ini diperlukan pemahaman islam yang menyeleruh.
 
Melihat pentingnya rekayasa tersebut, saya jadi teringat ungkapan Al-Imam Syahid Hasan Al-Banna tentang Karakteristik dakwah, sebagai berikut: “Garis perjuangan berfase-fase (bertahap).... memakan waktu lama... tidak tegesa-gesa memperoleh hasil.... dan setiap persoalan telah ada ketentuan (dari-Nya)”.
 
Jika sistem atau metodolgi dakwah ini dapat kita terapkan dengan baik, insya Allah secara bertahap masa depan islam akan lebih baik dari pada hari ini. Dan akan segera terwujud peradaban modern yang akan dikendalikan Islam. Dan Lahirlah khilafah Islamiyah bukan lagi sekedar wacana. Insya Allah.
Saatnya semua muslim bersatu. Allahu Akbar!
Penulis: Ramadhan Aziz
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Pengurus

Logo IMLC

Pengikut

FB IMLC

Recent Post

Recent Posts
 
Support : Kami | Ramadhan Aziz | Insan Muda Learning Center
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Inspiratif, Kreatif, Agamis - All Rights Reserved
Inspiratif, Kreatif, Agamis IMLC Modified by Insan Muda Learning Center